Kamis, 25 Agustus 2016

MENGENAL JENIS JENIS LAMPU LISTRIK

MENGENAL JENIS JENIS LAMPU LISTRIK



Mengenal Jenis-Jenis Lampu
Penerangan dengan lampu disebut juga penerangan buatan, lampu menjadi elemen yang sangat vital untuk penerangan malam hari karena kemudahan memakai lampu dibandingkan sumber cahaya lain seperti cempluk (lampu minyak), obor, atau penerangan lain. Berbagai jenis lampu tersedia di pasaran dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Memilih jenis lampu hemat energi, misalnya, akan mempengaruhi keawetan (lama waktu kita memakai lampu tersebut) serta biaya listrik operasional yang dibutuhkannya.
Apa saja jenis lampu dan kelebihan serta kekurangannya?

Lampu Pijar (biasa)
Jenis lampu yang dikembangkan Thomas Alfa Edison ini memakai filamen tungsten yaitu semacam kawat pijar didalam bola kaca yang diisi gas nitrogen, argon, kripton, hidrogen dan sebagainya. Lampu ini membutuhkan lebih banyak energi dibandingkan lampu TL untuk mendapatkan tingkat terang yang sama. Lampu pijar atau bohlam biasa ini hanya bertahan 1000 jam atau untuk rata-rata pemakaian 10 jam sehari semalam, hanya bertahan kira-kira 3 – 4 bulan, dan setelah itu kita harus membeli bohlam baru.

Banyak orang menyukai menggunakan lampu pijar karena warna yang ditimbulkannya. Warna kuning lampu pijar terasa hangat. Namun yang membeli lampu pijar karena harganya yang relatif murah juga tidak sedikit. Sebaiknya kita memperhatikan bahwa lampu pijar memang murah, namun hanya bertahan 3-4 bulanan saja.Warna cahaya lampu pijar adalah kuning
derajat suhu warna 2’500 – 2’700 K (Kelvin)




Lampu TL (Fluorescent)
Jenis lampu ini juga dikenal dengan lampu neon. Dewasa ini lampu neon bentuknya macam-macam, ada yang bentuknya memanjang biasa, bentuk spiral atau tornado, dan ada juga yang bentuk memanjang vertikal dengan fitting (bentuk pemasangan ke kap lampu) yang mirip seperti lampu pijar biasa. Lampu TL lebih hemat energi dibandingkan lampu pijar, karena lebih terang. Untuk lampu TL yang baik (merk bagus), bisa bertahan 15.000 jam atau setara dengan 10 tahun pemakaian, harganya juga sekitar 10x lampu pijar biasa. Sedangkan lampu TL yang berkualitas buruk mungkin bisa bertahan 4-6 bulan saja (dewasa ini banyak bermunculan merk lampu ‘hemat energi’ yang murah, namun kualitasnya rendah). Lampu TL saat ini juga banyak memiliki varian dan bentuk seperti diatas dengan fitting ulir yang biasa dipakai untuk lampu bohlam biasa. Lampu TL yang banyak digunakan sejak dulu dengan fitting khusus untuk lampu TL yang panjang.





Dengan jumlah watt (energi listrik) yang lebih kecil, lampu TL atau neon lebih murah digunakan daripada membeli lampu pijar biasa, dan saat ini jenis lampu TL juga bervariasi baik bentuk, fitting pemasangan, serta warna cahayanya ada yang putih, kuning, dan warna lainnya. Dengan keseimbangan antara harga dan lama pemakaian, lampu TL banyak digunakan untuk penerangan toko, mall, serta tempat-tempat lain yang membutuhkan cahaya terang dan lebih hemat energi.

Warna cahaya lampu pijar adalah:
kuning (2’700 K – 3’000 K)
netral (3’500 K – 4’500 K)
putih (5’500 K – 6’500 K)


Lampu Halogen
Lampu halogen biasanya memiliki reflektor (cermin dibelakangnya) untuk memperkuat cahaya yang keluar. Fittingnya biasanya khusus, namun saat ini ada pula yang dengan jenis fitting biasa.

Lampu jenis ini merupakan lampu spot yang baik. Lampu spot adalah lampu yang cahayanya mengarah ke satu area saja, misalnya lampu untuk menerangi benda seni secara terfokus. Lampu ini baik untuk digunakan sebagai penerangan taman untuk membuat kesan dramatis dari pencahayaan terpusat seperti menerangi patung, tanaman, kolam atau area lainnya. Jenis lampu ini sebenarnya merupakan lampu filamen yang sudah berhasil dikembangkan menjadi lebih terang, namun juga kebutuhan energi (watt) yang relatif sama.

Warna cahaya lampu halogen adalah:
halogen biasa: kuning 3’000 K
halogen high pressure: putih 6’000 K





Lampu LED
Lampu ini merupakan sirkuit semikonduktor yang memancarkan cahaya ketika dialiri listrik. Sifatnya berbeda dengan filamen yang harus dipijarkan (dibakar) atau lampu TL yang merupakan pijaran partikel. Lampu LED memancarkan cahaya lewat aliran listrik yang relatif tidak menghasilkan banyak panas. Karena itu lampu LED terasa dingin dipakai karena tidak menambah panas ruangan seperti lampu pijar. Lampu LED juga memiliki warna sinar yang beragam, yaitu putih, kuning, dan warna-warna lainnya.





Satu varian bentuk lampu LED, dimana bentuk lampu LED yang menggantikan bohlam bisa bermacam-macam. Yang pasti adalah lampu LED merupakan lampu berisi kumpulan LED kecil dengan warna putih atau kuning. 

Lampu LED merupakan lampu paling hemat energi diantara jenis lampu lainnya, meskipun harganya relatif mahal. Saat artikel ini dibuat, lampu LED 4 watt kualitas bagus yang setara dengan lampu pijar 25 watt, harganya masih sekitar Rp140an ribu. Meskipun demikian, lampu LED disarankan bagi Anda yang memperhatikan bahwa energi (watt) yang dipakai sangat kecil sehingga menggunakan lampu LED sama dengan menghemat listrik hingga 1/5 dari biasanya. Lampu LED juga bisa bertahan sangat lama hingga 20an tahun. Bila dibandingkan dengan menggunakan lampu pijar, maka dalam 20 tahun harus membeli  atau mengganti sekitar 60an lampu pijar. Dengan asumsi harga lampu pijar biasa adalah Rp6.000,-, maka biaya yang harus dikeluarkan dengan menggunakan lampu pijar biasa adalah Rp360.000,- tentunya lebih menarik untuk menggunakan lampu LED. Adapun saat ini, terdapat juga lampu LED sekitar 3 watt setara bohlam 20an watt ‘made in China’ yang murah meriah seharga sekitar Rp 30an ribu, namun jangka keawetannya belum dijamin dengan baik.

Warna cahaya lampu LED banyak meliputi semua warna, bisa merah, putih, hijau, biru, kuning, dan sebagainya.


Pertimbangan khusus dalam memilih lampu
Pertimbangan dalam memilih lampu yang sesuai ditentukan oleh hal-hal berikut:


1. Penggunaan lampu
Kita sebaiknya memperhatikan lampu dipakai untuk tujuan penerangan yang seperti apa, apakah lampu general (penerangan umum ruangan), penerangan setempat (misalnya lampu meja) atau lampu sorot (misalnya untuk menerangi lukisan). Jenis lampu halogen mungkin lebih sesuai sebagai lampu sorot dibandingkan lampu TL yang lebih sesuai untuk penerangan umum.

2. Fitting
Fitting merupakan cara memasang lampu berkaitan dengan tempat dudukan lampu. Lampu neon jaman dulu dikenal bentuknya panjang yang hingga sekarang masih digunakan. Bentuk fitting lampu neon yang khusus untuk lampu TL 10 watt, berbeda dengan lampu TL . Demikian juga fitting lampu halogen berbeda dengan lampu bohlam biasa, karena fitting lampu halogen biasanya terdapat colokan khusus. Dewasa ini fitting lampu banyak disesuaikan dengan fitting ulir yang biasa digunakan untuk lampu bohlam biasa. Termasuk lampu neon bisa dipasang selayaknya memasang bohlam karena memakai fitting ulir.

3. Warna cahaya
Apakah Anda lebih menyukai cahaya putih atau cahaya kuning? Dalam aspek efek cahaya, lampu putih terlihat lebih terang daripada lampu kuning, namun lampu kuning memberi efek hangat dan lebih romantis.


Sumber: astudioarchitect.com
http://rumahsains.co.id/pengetahuan/mengenal-jenis-jenis-lampu/

MENGENAL JENIS - JENIS LAMPU LISTRIK RUMAH DAN INDUSTRI

MENGENAL JENIS - JENIS LAMPU LISTRIK RUMAH DAN INDUSTRI

Jenis-jenis Lampu Listrik

Jenis-jenis Lampu Listrik – Lampu Listrik adalah suatu perangkat yang dapat menghasilkan cahaya saat dialiri arus listrik. Arus listrik yang dimaksud ini dapat berasal tenaga listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik terpusat (Centrally Generated Electric Power) seperti PLN dan Genset ataupun tenaga listrik yang dihasilkan oleh Baterai dan Aki.
Di zaman modern ini, Lampu Listrik telah menjadi salah satu alat listrik yang paling penting bagi kehidupan manusia. Dengan adanya lampu listrik, kita dapat melakukan berbagai kegiatan pada malam hari, memperindah Interior maupun Eksterior rumah, penerang ruangan yang gelap ataupun sebagai Indikator tanda-tanda bahaya. Sebelum ditemukan lampu listrik, manusia pada saat itu menggunakan lilin, lampu minyak dan api unggun sebagai alat penerang pada malam hari.
Banyak yang beranggapan bahwa yang paling pertama kali menemukan Lampu Listrik adalah Thomas Alva Edison (1847-1931) dari Amerika Serikat. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, karena sebelum Thomas Alva Edison, telah banyak ilmuwan yang menciptakan berbagai jenis lampu listrik dengan bermacam-macam bahan dan teknik, akan tetapi penemuan-penemuan mereka tersebut tidak praktis, tidak bertahan lama, boros listrik dan harganya pun sangat mahal.
Namun, Thomas Alva Edison merupakan ilmuwan pertama yang menemukan lampu pijar (Incandescent lamp) komersial yang dapat tahan lama, penggunaan listrik yang lebih hemat dan juga dengan bahan yang lebih murah. Lampu Listrik temuan Thomas Alva Edison inilah yang digunakan oleh khalayak ramai dan hingga saat ini kita masih menikmati hasil penemuannya ini. Lampu Pijar pertama yang ditemukan oleh Thomas Alva Edison pada tanggal 22 Oktober 1879 hanya dapat bertahan hingga 13,5 jam.

 Jenis-jenis Lampu Listrik

Seiring dengan perkembangan Teknologi, Lampu Listrik juga telah mengalami berbagai perbaikan dan  kemajuan. Teknologi Lampu Listrik bukan saja Lampu Pijar yang ditemukan oleh Thomas Alva Edison saja namun sudah terdiri dari berbagai jenis dan Teknologi. Pada dasarnya, Lampu Listrik dapat dikategorikan dalam Tiga jenis yaitu Incandescent Lamp (Lampu Pijar), Gas-discharge Lamp (Lampu Lucutan Gas) dan Light Emitting Diode (Lampu LED).
Berikut ini adalah Tiga jenis utama Lampu Listrik yang dimaksud :

Lampu Pijar (Incandescent lamp)

Lampu Pijar atau disebut juga Incandescent Lamp adalah jenis lampu listrik yang menghasilkan cahaya dengan cara memanaskan Kawat Filamen di dalam bola kaca yang diisi dengan gas tertentu seperti  nitrogen, argon, kripton  atau hidrogen. Kita dapat menemukan Lampu Pijar dalam berbagai pilihan Tegangan listrik yaitu Tegangan listrik yang berkisar dari 1,5V hingga 300V. Lampu Pijar yang dapat bekerja pada Arus DC maupun Arus AC ini banyak digunakan di Lampu Penerang Jalan, Lampu Rumah dan Kantor, Lampu Mobil, Lampu Flash dan juga Lampu Dekorasi.  Pada umumnya Lampu Pijar hanya dapat bertahan sekitar 1000 jam dan memerlukan Energi listrik yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis-jenis lampu lainnya. Lampu Halogen juga termasuk dalam kategori jenis Lampu Pijar (Incandescent lamp).

Menyalakan lampu pijar dengan voltage yang dialirkan dari sumber cahaya akan mengurangi nyala lampu dan menambah produksi lumen. Contohnya menyalakan sebuah lampu 120 V  pada 125 V akan bertambah 4% serta mengurangi nyala bamper 40% dan menambah lumen 16% lebih banyak. Dengan lampu yang sama menjadikan volatge berkurang 4% di bawah 120 V, sedang nyala akan bertambah di atas 60% dari produk lumen
 

Lampu Lucutan Gas (Gas-discharge Lamp)

Merupakan jenis lampu listrik yang bekerja dengan mengirimkan lucutan elektris melalui gas yang terionisasi. Umumnya jenis lampu ini lebih hemat energi ketimbang lampu pijar. Itulah sebabnya banyak orang menggunakan jenis lampu ini sebagai penerangan. Biasanya orang mengenal lampu ini adalah jenis lampu TL atau Flourescent Lamp. Karena Untuk menghasilkan cahaya yang terang tidak membutuhkan watt yang terlalu besar. Jenis lampu ini banyak digunakan untuk Penerangan rumah, kantor, jalan, dan sebagainya.

Gas-discharge Lamp atau Lampu Lucutan Gas adalah Lampu Listrik yang dapat menghasilkan cahaya dengan mengirimkan lucutan Elektris melalui gas yang terionisasi. Gas-gas yang digunakan adalah gas mulia seperti argon, neon, kripton  dan xenon. Gas-discharge Lamp ini juga memakai bahan-bahan tambahan seperti Merkuri, Natrium dan Halida logam. Lampu jenis ini diantaranya adalah lampu Fluorescent, Lampu Neon, Lampu Xenon Arc dan Mercury Vapor Lamp.
Lampu jenis Gas-discharge Lamp yang paling sering kita temukan tentunya adalah Lampu Fluorescent yang dipergunakan sebagai lampu penerang di rumah maupun kantor. Daya tahan lampu Fluorescent adalah sekitar 10.000 jam atau 10 kali lipat lebih tahan daripada Lampu Pijar. Lampu Fluorescent juga lebih hemat Energi jika dibandingkan dengan Lampu Pijar.

Lampu LED (Light Emitting Diode)

Merupakan salah satu jenis dari komponen dioda. Jadi LED hanya bisa diberikan tegangan maju. Artinya jika sumber listrik adalah AC maka penyambungan boleh dibolak balik. Akan tetapi jika arus DC harus searah. Jenis lampu ini lebih hemat energi ketimbang jenis lampu lainnya. Untuk itulah lampu LED banyak dimanfaatkan sebagai lampu hemat energi , lampu hias rumah maupun sebagai indikator.

Lampu LED adalah Lampu listrik yang menggunakan komponen elektronika LED sebagai sumber cahayanya. LED adalah Dioda yang dapat memancarkan cahaya monokromatik ketika diberikan Tegangan maju. Lampu listrik jenis LED ini memiliki banyak kelebihan seperti lebih hemat energi, lebih tahan lama dan tidak mengandung bahan berbahaya (contohnya Merkuri). Namun Harga Lampu LED lebih mahal jika dibanding dengan Lampu Fluorescent dan Lampu Pijar sehingga penggunaannya masih sangat terbatas. Lampu LED memiliki daya tahan hingga 25.000 jam atau 2,5 kali lipat lebih tahan lama dari Lampu Fluorescent. Jika dibanding dengan Lampu Pijar, Lampu LED lebih tahan lama hingga 25 kali lipat daripada lampu pijar.

Kami PT Anugerah Maju Bersama Indonesia adalah Perusahaan Distributor & Service Resmi merk QINSUN di Indonesia yang didirikan pada tanggal 26 Desember 2012. Saat ini Kami telah membentuk merk dagang yang kuat di pasar Internasional juga Perusahaan ini sedang mempercepat langkah dalam pembentukan pemasaran skala yang luas.
Produk dan Service PT Anugerah Maju Bersama bergerak dibidang LED Lighting System yang secara luas digunakan dalam berbagai bidang Industry seperti oil & gas, petrochemical, mining, offshore platform dan semua hazardous area.
Secara Umum Produk dan Service PT Anugerah Maju Bersama sesuai dengan sertifikasi IEC dan standar EN, melewati persetujuan oleh ATEX dan IECEx. dan ini sebagai komitmen Kami dalam memberikan keamanan dan keandalan untuk klien secara global.

VISION - MISSION
- Menjadi bagian dalam pertumbuhan pembangunan nasional, khususnya di bidang Supplier Material Electrical, LED Lamp for Hazzardous Area dan Solar Cell / Listrik Tenaga Matahari.
- Menjadi Bagian dari Perusahaan Electrical Supplier yang menyediakan Electrical, LED Lmp for Hazzardous Area dan Solar Cell / Listrik Tenaga Matahari yang berstandart Nasional dan International demi keselamatan dan keramahan lingkungan.


PT ANUGERAH MAJU BERSAMA
  Qinsun Led Explosion Proof - Led Street Light -
  Solar Panel - Mobile Lightings - Emergency Light

Marketing Office :
Jl. Prabu Kiansantang Komp. Grand Duta
Ruko Amber I Blok A / 5 Tangerang Banten 15132
Telp / Fax :  021-55722541
Email  : mail@amb-indonesia.co.id
              marketing1@amb-indonesia.co.id
Website : www.amb-indonesia.co.id

Sumber Reff :
http://teknikelektronika.com/jenis-jenis-lampu-listrik-simbol-lampu/
http://www.academia.edu/6342619/Jenis-jenis_lampu
http://www.masputz.com/2015/11/mengenal-jenis-jenis-lampu-listrik-rumah.html

Kamis, 30 Juni 2016

ENERGI LISTRIK TENAGA SURYA KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SOLAR CELL BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

Keunggulan dan Kelemahan Energi Listrik Tenaga Surya, Kelebihan dan Kekurangan Solar Cell Bagi Kehidupan Manusia




Energi surya disebut-sebut oleh banyak orang sebagai sumber energi utama di masa depan, jadi mari kita melihat keuggulan dan kelemahan energi surya.
Energi surya memiliki keunggulan yang lebih banyak dibandingkan dengan kelemahannya, tapi kelemahan ini masih merupakan batu sandungan utama untuk pemakaian energi surya yang lebih luas.

Sekarang pertama-tama kita akan membahas keunggulan dari energi surya.

Kita sudah mengetahui, bahwa energi surya merupakan sumber energi terbarukan. Matahari hampir tak terbatas sebagai sumber energi, dan energi surya tidak dapat habis, tidak seperti bahan bakar fosil yang akhirnya akan habis. Setelah bahan bakar fosil habis, dunia akan memerlukan alternatif sumber energi yang baik, dan energi surya jelas terlihat sebagai salah satu alternatif terbaik.

Energi surya merupakan sumber energi yang ramah lingkungan karena tidak memancarkan emisi karbon berbahaya yang berkontribusi terhadap perubahan iklim seperti pada bahan bakar fosil. Setiap watt energi yang dihasilkan dari matahari berarti kita telah mengurangi pemakaian bahan bakar fosil, dan dengan demikian kita benar-benar telah mengurangi dampak perubahan iklim. Penelitian terbaru melaporkan bahwa rata-rata sistem rumah surya mampu mengurangi 18 ton emisi gas rumah kaca di lingkungan setiap tahunnya. Energi surya juga tidak memancarkan oksida nitrogen atau sulfur dioksida yang berarti tidak menyebabkan hujan asam atau kabut asap.

Matahari merupakan sumber energi yang benar-benar bebas untuk digunakan oleh setiap orang. Tidak ada yang memiliki Matahari, jadi setelah Anda menutupi biaya investasi awal, pemakaian energi selanjutnya dapat dikatakan gratis.

Lebih banyak energi matahari yang kita gunakan maka semakin sedikit kita bergantung pada bahan bakar fosil. Ini berarti akan meningkatkan ketahanan dan keamanan energi, karena akan mengurangi kebutuhan impor minyak dari pihak asing.

Dalam jangka panjang energi surya akan menghemat pengeluaran uang untuk energi. Biaya awalnya memang cukup signifikan, namun setelah beberapa waktu Anda akan memiliki akses ke energi yang benar-benar gratis, dan jika sistem rumah tenaga surya menghasilkan energi yang lebih dari yang Anda butuhkan, di beberapa negara perusahaan listrik dapat membelinya dari Anda, yang berarti ada potensi keuntungan ekstra terlibat. Ada juga banyak negara yang menawarkan insentif keuangan untuk menggunakan energi surya.

Panel surya beroperasi tanpa mengeluarkan suara (tidak seperti turbin angin besar) sehingga tidak menyebabkan polusi suara. Panel surya biasanya memiliki umur yang sangat lama, minimal 30 tahun, dan biaya pemeliharaannya sangat rendah karena tidak ada bagian yang bergerak. Panel surya juga cukup mudah untuk diinstal.

Energi surya adalah salah satu pilihan energi terbaik untuk daerah-daerah terpencil, bilamana jaringan distribusi listrik tidak praktis atau tidak memungkinkan untuk di-instal.
Kelemahan utama dari energi surya adalah biaya awal yang tinggi. Panel surya terbuat dari bahan mahal, bahkan dengan penurunan harga yang terjadi hampir setiap tahun, harganya tetap terasa mahal.

Panel surya juga perlu untuk ditingkatkan efisiensinya. Untuk mencapai tingkat efisiensi yang memadai dibutuhkan lokasi instalasi yang luas, dan panel surya ini idealnya diarahkan ke matahari, tanpa hambatan seperti pohon dan gedung tinggi, untuk mencapai tingkat efisiensi yang diperlukan.

Energi surya membutuhkan solusi penyimpanan energi murah dan efisien karena matahari adalah sumber energi intermiten (tidak kontinyu).

Proyek-proyek energi surya skala besar (pembangkit listrik tenaga surya yang besar) akan membutuhkan lahan yang luas, dan banyak air untuk tujuan pendinginan.

Banyak daerah di dunia yang tidak memiliki cukup sinar matahari untuk menjadikan energi surya bernilai ekonomis. Karena itu, solusi ilmiah yang lebih maju sangat diperlukan untuk membuat energi surya menjadi komersial di daerah-daerah tersebut.

Seperti yang telah disebutkan di atas, energi surya benar-benar memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan kekurangannya, tetapi biaya awal yang tinggi dan masalah efisiensi tidak dapat diabaikan.

Solar cell dalam bahasa Indonesia disebut juga sel surya. Solar cell merupakan divasi yang dapat mengkonversi secara langsung cahaya matahari menjadi listrik.

Sehingga sel surya ini bisa dikatakan sebagai pemeran utama untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh cahaya matahari sampai ke bumi.

Solar cell sebagai sistem tenaga surya ini termasuk terjangkau juga efisien dalam penggunaannya yang mengambil keuntungan dari manfaat ekonomi dan lingkungan.

Penggunaan solar cell ini tidak hanya digunakan untuk rumah perorangan, surya panel juga dapat digunakan dalam kawasan dan daerah terpencil, seperti sekolah yang kekurangan listrik.

Perkembangan teknologi serta sains yang di zaman yang semakin maju ini, telah menciptakan berbagai macam inovasi untuk sel surya hingga menjadi beberapa jenis.

Ada yang disebut dengan sel surya generasi satu, generasi dua, generasi tiga hingga generasi empat, dengan struktur atau bagian-bagian penyusun sel yang berbeda pastinya.


Kelebihan dan Kekurangan  Energi Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Energi listrik tenaga surya merupakan salah satu energi aternatif jika pembangkit listrik utama tiadak ada. Sumber energi ini sifatnya terus berkelanjutan dan diperbaharui secara terus menerus.
Umumnya PLTS ini banyak dipakai pada daerah-daerah yang tidak terjangkau pembangkit listrik pemerintah. Sehingga sebagai alternatif orang memanfaatkan tenega matahari untuk dikonversikan menjadi energi listrik. Dilihat dari bentuknya PLTS ini terdiri dari panel surya yang dipasang diatas rumah-rumah atau di daerah yang lapang dan mudah terkena sinar matahari.
Didalam panel tersebut terdapat sel fotovoltaik yang mampu merubah energi matahari menjadi energi listrik. Meski begitu penggunaan energi listrik tenega surya juga ada kelebihan dan kelemahannya.
Untuk itu berikut adalah ulasannya.


Kelebihan Listrik Tenaga Surya

1. Ramah lingkungan
Tidak seperti pembangkit listrik lainnnya yang membutuhkan generator listrik untuk menghasilkan energi listrik. Panel surya akan menghasilkan energi listrik jika terkene sinar matahari.
Sehingga bisa kita katakan bahwa ini adalah energi gratis. Tidak ada suara bising yang terdengar saat peralatan ini bekerja, sehingga tidak akan mengganggu orang-orangdisekitarnya.
Selain itutidak ada limbah  atau polusi yang dihasilkan dari penggunaan pembangkit listrik tenaga surya ini.


2. Tidak membutuhkan bahan bakar
Dalam pengoperasiannya tidak membutuhkan bahan bakar seperti bensin, solar dan sebagainya.
Ini merupakan salah satu keuntungan karena sangat mengirit biaya ( bahkan gratis ) dalam penggunaanya.

3. Sumber energi yang berkelanjutan
Karena energi berasal dari matahari, tentu sumber energi ini tidak akan habis sebelum kiamat , jadi selama ada sinar matahari panel surya akan tetap bisa bekerja untuk menghasilkan energi listrik setiap harinya. Makanya tidak sedikit orang mengatakan bahwa PLTS ini merupakan energi masa depan.


Kekurangan Listrik Tenaga Surya 

1. Harga pemasangan atau pembuatan relatif mahal
Untuk biaya pemasangan satu rumah saja relatif mahal. Apalagi jika ada kebutuhan listrik cukup tingggi. Maka akan banyak membutuhkan panel surya dan baterai sebagai penyimpanannya.

2. Tidak berfungsi di malam hari 
Hal ini tentu sudah jelas, sebab panel surya hanya dapat bekerja jika ada matahari. Maka dimalam hari biasanay digantikan dengan baterai penyimpanan yang sebelumnya sudah dicharge disiang hari.

3. Membutuhkan perangkat tambahan dalam pemakaiannya
Umumnya setelah dari panel surya tegangan yang dihasilkan adalah arus searah ( DC ), jadi agar bisa menjadi tegengan AC ( bolak balik ) membutuhkan perangkat tambahan seperti converter DC to AC.
Untuk menaikan tegangan membutuhkan inverter dan sebagai penyimpanannya membutuhkan batrai.

Dari beberapa hal diatas mungkin masih ada beberapa keungulan dan kelemahan lainnya.
Terimakasih.

SUMBER REFF
http://www.masputz.com/2016/04/kelebihan-dan-kekurangan-energi-listrik.html
http://www.indoenergi.com/2012/04/keunggulan-dan-kelemahan-energi-surya.html
http://www.tandapagar.com/solar-cell/